Pelayanan Perpustakaan

Pelayanan Bahan Pustaka Bag 1 Sistem Peminjaman Kuno Sistem peminjaman yang paling awal ialah menggunakan buku catatan. Pencatatan buku-buku yang dipinjam dan nama peminjam ditulis dari hari ke hari dalam sebuah buku catatan. Sistem ini dikembangkan menjadi sistem ledger. Pencatatan buku yang dipinjam ada pada halaman di mana nama seorang peminjam berada. Ini juga masih menggunakan buku. Perkembangan selanjutnya ialah sistem dummy. Buku-buku yang dipinjam digantikan oleh dummy yang memberikan catatan nomor peminjam dan bilamana buku harus dikembalikan. Sistem ini dianggap kurang praktis, dan digantikan sistem slip. Sistem ini kemudian berkembang menjadi sistem kartu dan muncullah Sistem Peminjaman Browne. Walaupun penciptanya orang Amerika, tetapi disukai di Inggris. Sistem Peminjaman Browne ditemukan oleh Nina E. Browne, pustakawan Library Bureau di Boston, Massachussette, awal abad ke-20. Sistem peminjaman ini digunakan oleh banyak perpustakaan di Inggris. Dalam sistem pelayanan hastawi (manual) sistem ini memiliki kecepatan yang tinggi dibandingkan sistem hastawi yang lain. Sistem Peminjaman Browne terdesak oleh datangnya sistem peminjaman berkomputer, seperti VTLS (Virginia Tech Library System), daru USA, SISPUKOM (Sistem Perpustakaan Berkomputer) dari Malaysia. Sistem Peminjaman (Nework Changing System) Sistem Peminjaman Newark mulai dipakai pada tahun 1900 oleh Perpustakaan Umum Newark New Jersey, semasa dipimpin oleh John Cotton Dana. Sistem Peminjaman Newark memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan. Keuntungan sistem ini adalah: 1. masing-masing peminjam bisa mengetahi buku macam apa yang sering dipinjamnya, 2. setiap saat bisa diketahui buku ada di mana, siapa yang meminjam, dan bilamana harus dikembalikan, 3. jika ada perbedaan waktu peminjaman, bisa dicatat dengan mudah, 4. buku-buku yang dipesan bisa diketahui di mana adanya, 5. petugas nonprofesional bisa mengerjakan pekerjaan ini dengan baik, 6. dalam sebuah perpustakaan besar dengan banyak cabangnya, kartu peminjaman bisa, dipergunakan di cabang mana saja, dan 7. penyiangan bisa dikerjakan dengan baik. Sedang kekurangan Sistem Peminjaman Newark adalah: 1. pekerjaan rutin lambat, memakan banyak waktu dan membosankan, 2. sangat mudah terjadi kesalahan dalam mencatat nomor panggil buku ke dalam kartu anggota, 3. pada jam-jam sibuk, meja peminjaman bisa berantakan, karena begitu banyak transaksi yang harus diselesaikan, 4. memerlukan dua jajaran pendaftaran. Satu, jajaran nama anggota perpustakaan yang disusun menurut abjad, lengkap dengan alamat mereka masing-masing. Kedua, jajaran nomor pendaftaran, 5. tiap buku memerlukan tiga kartu yang menuntut waktu dalam mengerjakannya, yaitu kartu buku, kantong kartu buku, dan batas waktu peminjaman, dan 6. lembaran batas waktu tanggal kembali ditempelkan di bagian belakang buku yang membuat buku menjadi kelihatan kotor. Sistem Peminjaman Sendiri Detroit(Detroit Self-Charging System) Sistem Peminjaman Sendiri Detroit ditemukan tahun 1929 oleh Ralph A. Ulveling, Pustakawan Perpustakaan Umum Detroit, Amerika Serikat. Sistem peminjaman ini menjadi sangat terkenal pada zamannya, sebagai sebuah sistem peminjaman yang bagus, efektif, dan disukai oleh peminjam perpustakaan sendiri. Cara peminjaman ini berdasarkan kepada kerja sama yang baik antara pembaca dan petugas perpustakaan. Sistem ini hampir sama dengan sistem Peminjaman Browne. Berbagai jenis alat diperlukan untuk penyelenggaraan Sistem Peminjaman Sendiri Detroit. Alat-alat itu adalah jajaran pendaftaran anggota, kartu jati diri peminjam, kartu buku, kartu tanggal kembali, kantong kartu buku, stempel dan bantalannya, kotak tempat menjajarkan kartu buku, slip denda, kertas statistik sirkulasi, kartu pos pemberitahuan, dan pensil. Sistem Peminjaman Sendiri Detroit mengenal beberapa proses, yaitu peminjaman, pengembalian buku, perpanjangan waktu peminjaman, lewat waktu peminjaman, pemesan peminjaman buku, dan statistik sirkulasi. Sistem inipun mempunyai keuntungan dan kekurangannya. Melalui berbagai kemajuan teknologi diperoleh berbagai sistem peminjaman yang bisa disebut sebagai sistem yang modern. Misalnya sistem peminjaman dengan kartu berlubang, sistem peminjaman dengan fotografi, sistem peminjaman dengan alat elektronik, dan sistem peminjaman dengan komputer. Sistem Peminjaman Islington merupakan variasi dan penyempurnaan Sistem Peminjaman Browne. Sistem Browne hanya terbatas pada tiket yang diberikan, sementara pada sistem Islington dapat dibuatkan duplikasi tiket, sehingga bisa meminjam buku sebanyak-banyaknya. Sistem peminjaman dengan komputer sebenarnya sudah agak lama dipergunakan di perpustakaan. Makin hari sistem peminjaman jenis ini semakin bertambah bagus dan hebat. Sistem peminjaman modern yang cukup dikenal adalah Sistem Peminjaman Plessey Pen. Sistem ini mengenal sejumlah proses, seperti mendaftar peminjaman, cara pengembalian, perpanjangan peminjaman, lewat batas waktu pinjam, dan pesan peminjaman. LAYANAN RUJUKAN Sumber dan Berbagai Jenis Buku Rujukan Tujuan bagian Rujukan atau Referensi ialah untuk mendapatkan, memelihara, dan menyediakan pengetahuan rekaman oleh manusia dan mempergunakan di perpustakaan. Pelayanan Rujukan merupakan bagian yang cukup penting dalam suatu sistem perpustakaan. Bagus tidaknya suatu perpustakaan dapat diukur dari koleksi dan pelayanan rujukan pada perpustakaan tersebut. Makin lengkap buku rujukan yang dimiliki oleh perpustakaan, makin mampulah pustakawan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung. Ciri-ciri buku rujukan (“R”) adalah: 1. Buku “R” umumnya mahal 2. Tak perlu dibaca seluruhnya 3. Tak boleh keluar dari perpustakaan 4. Untuk layanan “R” diperlukan ruang baca dan mesin foto kopi. Penulis terkenal buku rujukan adalah Bill Katz. Menurut William Katz buku rujukan dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu 1. Direction Type. 2. Source Type. 3. Government Documents & AV Material. Jenis-jenis Buku Rujukan Yang termasuk jenis-jenis Buku Rujukan adalah sebagai berikut: 1. Bibliografi 2. Kamus 3. Ensklopedi 4. Buku Tahunan 5. Buku Petunjuk 6. Sumber Biografi 7. Indeks 8. Terbitan Berseri 9. Buku pegangan 10. Direktori 11. Sumber Geografi 12. Terbitan Pemerintah 13. Sumber-sumber AV Cara Menjawab Berbagai Pertanyaan Rujukan Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penanya tidaklah mudah. Pustakawan rujukan harus memiliki banyak pengalaman, banyak membaca dan mengetahui isi setiap buku rujukan yang dimiliki Selanjutnya kita dapat mempertimbangkan buku rujukan yang mana yang akan kita pakai dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. Pelayanan Perpustakaan Bag 2 Layanan Literatur Menurut Cabeceiras, tahun 2002 perpustakaan akan berfungsi sebagai mediator antara ilmuwan atau pembaca dengan pangkalan data. Karena itu pustakawan diharapkan paham cara menelusuri informasi dari pangkalan data. Dia harus mampu mengoperasikan komputer Boolean Logic and, or and not dalam memilih informasi yang tepat dan akurat. Lebih dari itu pengetahuan tentang tajuk subjek dan tesaurus harus mahir Menurut Lancaster, pustakawan harus mengajari ilmuwan bagaimana mencari informasi dari sebuah pangkalan data. Ilmuwan bisa memilih informasi yang diperlukan sesuai minatnya. Pustakawan juga harus bisa memberi informasi yang berasal dari siaran. radio, televisi, faksimili, dan dari berbagai sumber informasi lainnya. Pustakawan harus berprestasi yang pasti agar memperoleh pengakuan dari masyarakat dan menjadi lahan yang basah. Perpustakaan sebagai tempat menyimpan dokumen. Informasi data bibliografi saja tidak cukup. Naskahnya harus tersedia agar peneliti bisa berbuat banyak. Tempat naskah-naskah tersebut adalah di perpustakaan. Agar perpustakaan memiliki kemampuan yang besar dalam menghadapi pangkalan data yang menyediakan data bibliografi tersebut maka diperlukan kerja sama antarperpustakaan. Naskah tidak perlu dari perpustakaan sendiri, tetapi dari perpustakaan orang lain. Kerja sama ini harus didukung oleh adanya alat komunikasi yang baik seperti telepon, pos, dan faksimili. Komputer memiliki kemampuan yang digeluti oleh pustakawan yaitu mencari, menyimpan, dan menemukan kembali informasi. Karena itu pustakawan juga harus memanfaatkan komputer sebaik-baiknya. Pustakawan harus memahami teknologi CD-ROM (Compact Disk Read Only Memory) karena bahan terbitan banyak dalam bentuk ini. Sistem pengolahan bahan pustaka melalui sistem yang dipraktikkan oleh OCLC akan lebih cepat. Begitu pula, pelayanan perpustakaan akan lebih berhasil jika dilaksanakan berkomputer. Teknologi CD-ROM paling cocok untuk Indonesia karena alasan geografis. Teknologi ini tidak begitu sulit. Kita harus pula bisa memantau berbagai pangkalan data dan ilmu yang ditawarkannya agar para peneliti tetap bisa mengikuti perkembangan. Jenis Literatur Jenis Literatur: 1. Literatur Primer: bahan orisinal oleh pengelola perorangan atau kelompok berdasarkan penelitian atau pemikiran kreatif. 1. Majalah, surat kabar, laporan disertasi, paten, manuskrip 2. Sejarah lokal 2. Literatur Sekunder: modifikasi dari literatur primer dengan susunan baru untuk maksud tertentu: 1. Koleksi nonfiksi. 2. kebanyakan bahan “R” ensiklopedi, yearbook (buku tahunan), almanak, indeks, dan sebagainya 3. Literatur Tertier: Literatur yang sudah diubah 3x dari literatur primer. 1. Buku ajar (text book) 2. Diktat (text local) Selain layanan referensi yang disebutkan di atas ada lagi jenis layanan: Information referral (I & R) yaitu layanan perpustakaan yang diberikan kepada pengunjung, dengan menunjuk atau me-refer kepada lembaga lain. Hal ini dikerjakan karena perpustakaan tidak memiliki sarana untuk menjawab pertanyaan tersebut. Selective Dissemination of Information (SDI), yaitu penyebaran informasi kepada orang yang sudah terpilih oleh perpustakaan, karena bidang yang diminta sudah jelas. Current Awareness Service (CAS), ialah layanan perpustakaan kepada pembaca mengenai informasi yang baru datang ke perpustakaan. Current Contents (CC), ialah layanan informasi dari isi majalah terbaru, yang diberikan oleh majalah Current Contents (AS). Layanan Minat Baca Peningkatan minat baca adalah suatu hal yang sangat peting tetapi seolah dilupakan orang. Kita mempercayakan pembinaan ini kepada sekolah, tetapi ternyata sekolah tidak berhasil. Mutu sekolah dari berbagai tingkatan terus merosot. Orang tua sebenarnya juga harus ikut meningkatkan minat baca anak di rumah. Bacaan anak lelaki tidak sama dengan anak perempuan, jangan kita paksa anak remaja membaca buku seperti yang kita inginkan. Membaca mendorong kita untuk berpikir. Selain itu kita juga memperoleh pengalaman yang tidak terhingga. Dengan bacaan kita bisa mengetahui bagaimana orang-orang Indian di AS dibantai, bagaimana Pangeran Dipenegoro menghadapi peluru tentara Belanda. Cara meningkatkan minat baca bagi orang AS ialah dengan jalan menyediakan buku-buku di perpustakaan. Terutama di perpustakaan sekolah. Alternatif lain ialah perpustakaan umum. Kedua jenis perpustakaan ini hidup dengan baik karena pajak. Dari perpustakaan kita bisa memperoleh banyak ide. Tetapi di negara kita, perpustakaan belum membudaya. Memang zaman Belanda sudah ada perpustakaan, tetapi itu untuk kepentingan mereka. Rakyat di pedesaan belum mengerti apakah perpustakaan itu. Pendapat Para Ahli tentang Membaca I Dewa Gde Alit Udayana mengemukakan bahwa kegemaran membaca pada anak-anak harus dikembangkan melalui orang tua atau guru. Orangtua dan guru diminta untuk memberikan contoh membaca. Bacaan anak hendaknya memiliki kualitas yang baik dan harganya terjangkau. Ternyata membaca ada berbagai tingkatan dan jenis. Hanya perpustakaanlah yang mampu menyediakan bacaan banyak dan berkualitas. Eduard Kimman, seorang peneliti Barat mengelompokkan minat baca orang Indonesia menjadi empat dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Mantan Presiden Soeharto pernah mengatakan di Kongres IKAPI ke-25 di Istana Negara bahwa kebiasaan membaca harus dipupuk sebagai kebutuhan hidup kita sehingga mendarah daging, sekaligus merupakan kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum. Pater Drost S. J mengatakan bahwa kebiasaan membaca orang tua akan menurun kepada anak-anaknya. Sayangnya masih banyak orang tua yang tidak membaca, apalagi di desa-desa. Perpustakaan mendidik orang untuk bisa mandiri. Hasilnya terlihat pada tokoh Adam Malik, yang sempat menduduki kursi Wakil Presiden. Walaupun pendidikan formalnya rendah, tetapi ia terkenal sebagai kutu buku. Belajar di sekolah dibatasi oleh waktu, sedangkan belajar di perpustakaan tidak. Kita bisa belajar sepanjang masa. Untuk menumbuhkan semangat sepanjang patriotisme perlu membaca buku sejarah. Kemampuan dan Teknik Membaca Teknik membaca, menentukan keberhasilan belajar. Ada lima teknik membaca yaitu: 1. membaca mencari arah, 2. membaca secara global, 3. membaca untuk mencari suatu hal yang penting, 4. membaca untuk belajar, dan 5. membaca dengan sikap. Membaca memberi arah adalah yang paling mudah. Teknik ini ialah membaca judul dan mencoba apakah kiranya isi buku tersebut. Untuk mendapat kesan umum dari sebuah buku, kita harus membaca secara global. Dengan membaca secara global, isi pokok dari buku tersebut dapat diketahui. Yang dimaksud membaca untuk mencari adalah membaca untuk menentukan kata-kata, angka-angka, nama-nama atau pemikiran penting yang terkandung dalam bahan bacaan. Teknik membaca untuk belajar harus dikuasai dengan baik oleh pembaca, terutama para pelajar dan mahasiswa yang sedang mempelajari sesuatu. Secara global buku dibaca, dan teknik membaca mencari arah kita kerjakan, kita dapat menentukan apakah suatu bahan-bahan perlu dipelajari secara mendalam. Teknik membaca yang paling sukar adalah teknik membaca dengan sikap kritis. Banyak orang tidak sampai kepada teknik membaca ini, berhenti kepada membaca untuk belajar, atau teknik membaca lain DIarsipkan di bawah: Pembinaan Perpustakaan

Posted on Juni 18, 2011, in MATERI KULIAH. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. jadi sekian banyak orang merasa bosen dalam membaca kemungkinan mereka tidak tahu akan teknih2 dalam membaca,
    padahal buku adalah jendela dunia( kata orang bijak)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: