Prefiks se- dan prefiks serapan

Prefiks se‑

Prefiks se- berasal dari kata sa yang berarti satu, tetapi karena tekanan struktur kata, vokal a dilemahkan menjadi e. Bentuk awalan se- tidak mengalami per­ubahan atau variasi bentuk.

 

Arti prefiks se- adalah sebagai berikut:

1)         Menyatakan makna satu. Misalnya: sema­lam.

2)         Menyatakan makna seluruh. Misalnya: sedunia

3)         Menyatakan makna sama.

Misalnya:

sepohon kelapa                                          : sama dengan pohon kelapa

Tinggi rumahnya sepohon kelapa     :Tinggi rumahnya sama dengan

pohon kelapa

4)         Menyatakan makna setelah.

Misalnya:

sesampainya                          : setelah is sampai

 

Prefiks Serapan

Bahasa Indonesia banyak menyerap kata-kata maupun afiks dari bahasa lain,
baik bahasa daerah maupun bahasa asing. Penyerapan tersebut antara lain
untuk memperkaya perbendaharaan kata bahasa Indonesia. Bentuk-bentuk

 

yang polanya sudah terdapat pada bahasa lain kemudian ditiru cara penulis­annya untuk kemudian digunakan dalam membentuk kata-kata dalam bahasa Indonesia. Cara tersebut disebut dengan analogi.

Prefiks serapan tersebut antara lain :

 

1)

pra  :
     

2)

Tuna  :
     

3)

Pramu  :
     

4)

Maha  :
     

5)

Non  :
     

6)

Swa  :

Prefiks ke‑

Prefiks ke- tidak mengalami perubahan bentuk pada saat digabungkan de­ngan bentuk dasar. Hal yang perlu diperhatikan adalah perbedaan antara ke­ sebagai prefiks dan ke- sebagai kata depan.

Prefiks ke- berfungsi membentuk kata benda dan juga kata bilangan. Dalam fungsinya sebagai pembentuk kata benda, penggunaan prefiks ke­ menjadi tidak produktif. Penggunaan prefiks ke- terbatas pada kata-kata ketua, kehendak, dan kekasih, sedangkan sebagai pembentuk kata bilangan, peng­gunaan prefiks ke- masih produktif. Misalnya, keempat, kelima, keenam, kese­puluh.

Arti prefiks ke- dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya dalam mem­bentuk golongan kata. Sebagai pembentuk kata benda, prefiks ke- mengan­du ng makna yang di. Misalnya ketua, kehendak, kekasih.

 

Sebagai pembentuk kata bilangan, prefiks ke- mendukung dua makna, yaitu:

1) Menyatakan kumpulan yang terdiri atas jumlah yang tersebut pada bentuk dasar. Misalnya:

Kedua (orang)                     : kumpulan yang terdiri atas dua orang

Ketiga (orang)                        kumpulan yang terdiri atas tiga orang

Keempat (pasang)         : kumpulan yang terdiri atas empat pasang

 

2) Menyatakan urutan. Misalnya:

la menduduki ranking kedua

Prefiks per‑

Prefiks per- sangat berkaitan erat dengan prefiks ber-. Jika kata kerjanya ber­awalan ber- dan tidak pernah ditemukan dalam bentuk meN-, kata bendanya menjadi per-.

Misalnya: kata dasar tapa

Bentuk ber- dari kata tersebut adalah bertapa (kata kerja) dan tidak pernah ditemukan bentuk meN- dari kata tersebut, yaitu menapa. Oleh karena itu,kata bendanya adalah pertapa. (pada kitab-kitab lama ditemukan kata pertapa dan tidak pernah ditemukan kata petapa).

Sekarang, kelas kata benda dengan per- luluh menjadi pe-. Misalnya:

bertapa ——  pertapa —-  petapa

 

Selain membentuk kata benda, prefiks per- juga berfungsi membentuk kata kerja kausatif. Misalnya, perbesar, perkecil, percantik. Dengan demikian, prefiks per- berfungsi membentuk kata benda dari kata kerja berprefiks ber­ dan juga membentuk kata kerja kausatif.

Prefiks per- hanya memiliki satu makna, yaitu menyatakan kausatif. Kau­satif yang dibentuk dengan per- memiliki variasi sebagai berikut :

1)         Apabila bentuk dasarnya berupa kata sifat, kausatif yang terbentuk ber­arti membuat jadi lebih…. Misalnya, perbesar, pertinggi, percantik.

2)         Apabila bentuk dasarnya berupa kata bilangan, kausatif yang terbentuk berarti membuat jadi…. Misalnya, perdua, pertiga, perempat.

3)         Apabila bentuk dasarnya berupa kata benda, kausatif yang terbentuk berarti membuat jadi atau menganggap sebagai… Misalnya, peristri, per­budak, pertuan.